tale 4

ketika seorang biarawan kuil bertemu dengan Tuhan di kehidupan setelah kematian, dia diberi kesempatan bertanya tentang apapun pada Tuhan, karena selama hidupnya dia telah membaktikan dirinya hanya untuk urusan keagamaan.

biarawan: “kenapa aku tidak juga mencapai moksha setelah semua  pengabdianku, sedangkan saya mengenal seorang petani yang kerjanya hanya bertani, tidak pernah mengunjungi kuil, membakar dupa untuk memuja nama-MU, tapi dia mendapatkan moksha?”

Tuhan: “mengingat semua bhakti semasa hidupmu di dunia, akan kuberikan satu kali lagi kesempatan untuk menjalankan satu tugas di dunia, jika kau bersungguh-sungguh, maka kau akan mencapai moksha.”

“bawalah semangkuk minyak persembahan di atas kepalamu, lalu jalanlah mengelilingi kuil, namun dengan syarat  tidak boleh  setetes minyak pun tumpah menyentuh tanah.”

dengan bersungguh-sungguh biarawn mengerjakan ujian tersebut, kembali ke dunia, membawa semangkuk minyak di atas kepalanya, mengelilingi kuil. dan dia berhasil. tanpa ada setetes minyak pun tumpah menyentuh tanah.

biarawan: “apakah aku bisa mendapatkan moksha sekarang, Tuhan?”

Tuhan menggeleng.

Tuhan: “di setiap harinya, petani yang kausebut, selalu mengingat dan menyebut namaku sekali setiap membuka mata  untuk membuka harinya dan sekali sebelum tidur untuk menutup harinya. walaupun aku tahu berapa besar beban yang harus dia jalani di setiap hari-harinya.

“ketika kau menjadi biarawan, kausebut namaku setiap waktu. berapa kali kau ingat aku waktu berjalan dengan semangkuk minyak di kepalamu?”

hanya ada satu jalan menuju Roma

The end of life is to be like God, and the soul following God will be like Him.

Socrates

Franciscus Assisi seoarang spiritualis, pengikut sejati teladan Kristus. Dalam awal setiap doanya, dia mengucapkan doa seperti doa pada umumnya, tentang permohonan, ucapan syukur, pertobatan, keluhan, pergumulan hidup dan seterusnya.

Namun ketika dia masuk pada tahapan merasakan Tuhan , dia hanya mampu mengucap dalam doanya:

“aku mencintai-Mu, Tuhan”.

dan hanya itulah yang dapat dia ucapkan dalam percakapan dengan Tuhannya.  saat itu hanya ada aku, cinta, dan Tuhan.

Sampai pada tahap  peleburannya dengan Tuhan, dalam ucapan doanya hanya terucap:

“Tuhan..Tuhan..Tuhan..”

Hanya Tuhan. saat itu  tanpa ada aku dan tanpa ada cinta, hanya Tuhan.

semua pengembaraan, pencarian, petualangan spiritual sebuah jiwa akan mengerucut pada satu titik yang sama, apapun metodologi yang diyakini. dan dari semua pilihan yang ada, hanya ada satu jalan untuk menyelesaikan misi utama di pengembaraan ini, semua harus melewati evolusi dari mundane world (dunia fisik) , mind ( dunia pikir) dan spiritual.

Hanya lewat jalan inilah sebuah jiwa bisa kembali pulang kepada zat sumbernya,  dimana semuanya bearasal dan berawal.