tale 4

ketika seorang biarawan kuil bertemu dengan Tuhan di kehidupan setelah kematian, dia diberi kesempatan bertanya tentang apapun pada Tuhan, karena selama hidupnya dia telah membaktikan dirinya hanya untuk urusan keagamaan.

biarawan: “kenapa aku tidak juga mencapai moksha setelah semua  pengabdianku, sedangkan saya mengenal seorang petani yang kerjanya hanya bertani, tidak pernah mengunjungi kuil, membakar dupa untuk memuja nama-MU, tapi dia mendapatkan moksha?”

Tuhan: “mengingat semua bhakti semasa hidupmu di dunia, akan kuberikan satu kali lagi kesempatan untuk menjalankan satu tugas di dunia, jika kau bersungguh-sungguh, maka kau akan mencapai moksha.”

“bawalah semangkuk minyak persembahan di atas kepalamu, lalu jalanlah mengelilingi kuil, namun dengan syarat  tidak boleh  setetes minyak pun tumpah menyentuh tanah.”

dengan bersungguh-sungguh biarawn mengerjakan ujian tersebut, kembali ke dunia, membawa semangkuk minyak di atas kepalanya, mengelilingi kuil. dan dia berhasil. tanpa ada setetes minyak pun tumpah menyentuh tanah.

biarawan: “apakah aku bisa mendapatkan moksha sekarang, Tuhan?”

Tuhan menggeleng.

Tuhan: “di setiap harinya, petani yang kausebut, selalu mengingat dan menyebut namaku sekali setiap membuka mata  untuk membuka harinya dan sekali sebelum tidur untuk menutup harinya. walaupun aku tahu berapa besar beban yang harus dia jalani di setiap hari-harinya.

“ketika kau menjadi biarawan, kausebut namaku setiap waktu. berapa kali kau ingat aku waktu berjalan dengan semangkuk minyak di kepalamu?”

Advertisements