tale 6

rakit-sore

suatu pagi seorang pengembara di atas sebuah balon udara terbangun dan sadar telah tersesat dalam perjalanannya.  berharap mendapat petunjuk, pengembara mulai terbang rendah dan tak lama di atas sebuah danau, dia melihat seorang nelayan di atas sampan melambaikan tangan ke arah balon udaranya, kemudian si pengelana bertanya.

” selamat pagi wahai nelayan..  bisakah kau beritahu  dimana aku sekarang berada?” tanya si pengembara.

” wahai pengembara.. kau sekarang sedang berada lima meter di atas permukaan  danau .” jawab sang nelayan.

pengelana berpikir sebentar lalu kembali bertanya

” jika dugaanku benar wahai nelayan,  sudikah kiranya kau jawab apakah benar anda adalah  tuhan? ” lagi tanya si pengembara.

” .. bagaimana kau dapat menyimpulkan itu ?” jawab sang nelayan  singkat.

” dalam setiap jatuh bangunku dalam mencari makna dari hidup ini semua, tuhan  hadir selalu dengan sabdanya tentang hal yang  sudah kutahu sungguh, namun sabda nilai muliamu tidak membantuku untuk keluar dari pergumulan batinku, wahai tuhanku, sang nelayan..” ungkap sang pengembara.

“sayang sekali…wahai pengembara pencari kemuliaan, jika aku juga tidak salah menduga,  engkau pasti adalah seorang pencari yang  tengah tersadar bahwa sedang  tesesat dalam pengembaraanmu ini. ” balas sang nelayan.

pengelana menjawab cepat ” betul. bagaimana kau mengetahuinya?”

“karena atas semua pergumulan dan ketersesatan dalam pengembaraanmu, kau mempersalahkan semuanya itu padaku “. jawab tuhan (baca: sang nelayan, danau, sore, balon udara, dan semua)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: