tale 1

big-old-tree

suatu masa di sebuah daerah terpencil di India, terjadi sebuah bencana yang belum pernah terjadi sebelumnya. hujan turun terus menerus sepanjang ratusan hari lamanya, ditambah dengan amukan halilintar yang  menyebabkan banjir besar dan hancurnya pemukiman di seluruh daerah.

sampai pada hari ke 300 hanyalah sebuah desa di kaki gunung yang tertinggal, belum tersapu banjir besar namun  terancam dari badai halilintar. desa tersebut seperti desa pada umumnya, terdiri dari penduduk yang beraneka, ada yang bekerja sebagai petani, pedagang, pengurus desa, kepala suku, pemuka agama dan lainnya.

setelah diadakan suatu pertemuan di sebuah dataran di bukit, mereka semua yang berjumlah ratusan penduduk akhirnya sepakat untuk meninggalkan desa mereka dan beramai-ramai naik ke puncak gunung tertinggi, dimana di atas sana terdapat sebuah pohon tua keramat, yang amat rindang dan besar. pohon tersebut dipercaya memiliki kekuatan yang melindungi mereka dari amukan alam dan menjadi tempat perlindungan terakhir yang mereka miliki dari kemusnahan.

setelah semua penduduk sudah sampai di pohon perlindungan, badai dan hujan deras tidak juga kunjung reda. akhirnya setelah berhari-hari mereka berlindung, penasihat desa, sebagai pemuka agama  dan yang dituakan di desa tersebut angkat bicara.  Dia berkesimpulan bahwa ada di antara mereka yang ikut berlindung adalah seorang yang  berdosa besar dan karena itulah alam tidak akan berhenti menghancurkan semua sebelum orang ini musnah.  karena amukan alam dipercaya tidak dapat menembus pohon perlindungan,  diputuskan suatu cara untuk memilah orang berdosa diantara mereka.

agar satu persatu dari mereka harus berjalan sendiri keluar dari naungan pohon besar berjalan menuju ke sebuah pohon kering berjarak 500 meter dari pohon besar, untuk diam sejenak kemudian kembali. penasihat desa percaya, jika orang itu yang dicari, dia akan hangus tersambar halilintar pada saat keluar dari naungan pohon besar.

walau rasa takut terasa sangat, tidak ada satu pilihan bagi mereka selain untuk tetap menjalankan cara tersebut.
proses pun dimulai oleh penasehat desa yang berjalan ke pohon kering, dia berdiam disana beberapa saat kemudian berjalan perlahan kembali menuju perlindungan. dan dia selamat. satu- satu penduduk mulai menjalankan proses tersebut, dan semuanya merasakan perasaan takut yang sama sebelum mereka berangkat, karena pada dasarnya tidak ada manusia yang merasa percaya diri sempurna bersih dari kesalahan.  Dan semuanya pula merasakan perasaan yang sama ketika berhasil pulang kembali ke pohon besar,  merasa bersih, dan meyakini bahwa dosa yang lain lebih besar dari dosa yang mereka miliki.

satu demi satu berlalu..
tidak terjadi suatu apapun.

sampai pada akhirnya tinggal satu orang tertinggal yang belum melakukan penyaringan. semua mata melihat ke arah orang itu, sebagian berdecak kasihan, sebagian  menghujat dan menghakimi karena orang itu dianggap telah membahayakan keselamatan banyak jiwa, tapi keyakinan dari mereka semua sama..

dialah si pendosa!

setelah berpamitan dan mohon maaf pada semua orang di desa, berat hati, ketakutan dan rasa bersalah  memenuhi hati orang tersebut, dia mulai menjalani penyaringan. semua penduduk desa melambaikan tangan sebagai tanda perpisahan terakhir.
orang itu mulai berjalan menuju pohon kering, menjemput ajal, menyiapkan hati untuk binasa diamuk alam.
jalan, sampai pada pohon kering, dengan bercucuran airmata, dia mulai berdiri dan menanti isyarat alam menjemput mautnya.
seketika itu..
BLAARR..!
terdengar sebuah halilintar yang maha dahsyat menyambar..

membakar dan membinasakan  semua penduduk desa yang berlindung di bawah pohon besar..

Advertisements

7 Comments

  1. jag said,

    23 January 2009 at 09:17

    post pertama! keep rockin’ keep rollin’ !

  2. Madam Igun said,

    23 January 2009 at 10:29

    Wahhhh….
    Akhirnya kembaran gue jadi juga bikin blog.

    Lets go blog! Bloggers.

    PS: yg punya ini blog orgnya mirip banget sama madam igun lohh…

  3. Keas said,

    23 January 2009 at 11:15

    Ini karena disuruh bikin komen jadi gua kepaksa deh komen. Kaga ngarti gua maksud lo bikin blog ini & cerita lo. hehehehe…….
    peace man…..

  4. Charles said,

    23 January 2009 at 14:41

    Bikin postingannya rada dibanyakin isinya biar blognya keliatan lebih rame…

  5. Madam Igun said,

    27 January 2009 at 10:29

    Jadi makna ceritanya apa nih???

    Menurut gua sih ada 2 versi:
    1) Agak2 mistis: penduduk desa yg ada di pohon besar yg berdosa.
    2) Secara ilmiah: klo ujan n ada halilintar jgn berteduh di bwh pohon yg paling besar/tinggi, krn halilintar selalu menyambar benda yg paling tinggi.

    Yg paling masuk akal sih versi yg ke-2.

    Yg nulis ceritanya setengah2 nih… kaga ada kata penutupnya…
    Tp ga apa2 deh… namanya jg post pertama…

    Yg pasti KEEP GO BLOG dehhhh…..

  6. Madam Igun said,

    28 January 2009 at 08:30

    Koq yg punya blognya kaga pernah ngebales comment sih…

    Orgnya sombong nihh……

    Klo udah ‘go blog’, urus donk blognya jangan cuman update post tp comment2 di post lama ga diperhatiin.

  7. si bijaksana mamanya anak-anak.. said,

    28 January 2009 at 11:55

    bagus sekali ceritanya.. aduh, ike jadi terharu.. kasian sekali pohonnya..


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

%d bloggers like this: