
suatu pagi seorang pengembara di atas sebuah balon udara terbangun dan sadar telah tersesat dalam perjalanannya. berharap mendapat petunjuk, pengembara mulai terbang rendah dan tak lama di atas sebuah danau, dia melihat seorang nelayan di atas sampan melambaikan tangan ke arah balon udaranya, kemudian si pengelana bertanya.
” selamat pagi wahai nelayan.. bisakah kau beritahu dimana aku sekarang berada?” tanya si pengembara.
” wahai pengembara.. kau sekarang sedang berada lima meter di atas permukaan danau .” jawab sang nelayan.
pengelana berpikir sebentar lalu kembali bertanya
” jika dugaanku benar wahai nelayan, sudikah kiranya kau jawab apakah benar anda adalah tuhan? ” lagi tanya si pengembara.
” .. bagaimana kau dapat menyimpulkan itu ?” jawab sang nelayan singkat.
” dalam setiap jatuh bangunku dalam mencari makna dari hidup ini semua, tuhan hadir selalu dengan sabdanya tentang hal yang sudah kutahu sungguh, namun sabda nilai muliamu tidak membantuku untuk keluar dari pergumulan batinku, wahai tuhanku, sang nelayan..” ungkap sang pengembara.
“sayang sekali…wahai pengembara pencari kemuliaan, jika aku juga tidak salah menduga, engkau pasti adalah seorang pencari yang tengah tersadar bahwa sedang tesesat dalam pengembaraanmu ini. ” balas sang nelayan.
pengelana menjawab cepat ” betul. bagaimana kau mengetahuinya?”
“karena atas semua pergumulan dan ketersesatan dalam pengembaraanmu, kau mempersalahkan semuanya itu padaku “. jawab tuhan (baca: sang nelayan, danau, sore, balon udara, dan semua)










